This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

15 October 2012

SBY-Hatta Gelar Tasyakuran Tujuh Bulanan Kehamilan Aliya


 
Foto: Anung/Rumgapres

Jakarta Keluarga besar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Minggu (14/10) malam ini menggelar tasyakuran, untuk memperingati kehamilan tujuh bulan sang menantu Siti Rubi Aliya Rajasa.

Acara digelar di pendopo di kediaman Presiden SBY, di Cikeas, Bogor Jawa Barat. Sejumlah kerabat dekat Presiden SBY dan tentunya sang besan Hatta Rajasa tampak hadir.

Presiden SBY tampak mengenakan kemeja dan bawahan putih, serta mengenakan peci warna hitam. Busana yang sama persis juga dikenakan oleh Hatta.

Sedangkan pasangan Edhie Baskoro Yudhoyono dan Aliya juga tampak tak kalah kompak. Ibas, begitu dia disapa, mengenakan baju koko warna hijau muda, warna yang sama dengan busana Aliya, yang mengenakan baju muslim untuk wanita lengkap dengan kerudung warna putih.

Meski sudah hamil besar, Aliya sebelumnya tetap terlihat aktif di berbagai kegiatan. Di antaranya dia pernah terlibat dalam kegiatan pembagian sembako murah di Bogor. Dia juga hadir dalam berbagai acara Partai Demokrat untuk mendamipingi sang suami yang menjabat sebagai sekjen Partai.

"Meski sedang hamil kegiatan sosial jalan terus," ujar Aliya kepada wartawan dalam acara pembagian 2.000 paket sembako murah pada masyarakat Bogor di Jalan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Sabtu (11/08/2012) silam.

sukabumi

14 October 2012

Pantai Ujung Genteng Sukabumi

Sanitasi di sejumlah titik di sebuah dari di wilayah timur buruk. Para pelayan yang mendiami wilayah itu membuang hajat (kotoran) di sembarang tempat.

Yulianto Beeh, staf Badan Pangan Dunia (FAO) di wilayah timur, Minggu  mengatakan, pelatihan tentang kesehatan lingjkungan di sepanjang pesisir poantai di wilayah timur sangat penting.

"Di beberapa titik di pesisir pantai ujung genteng wilayah timur, sanitasi sangat buruk. Orang cenderung membuang hajat di tepi pantai ujung genteng sehingga pemandangan sekitar jorok dan tak menarik," kata Beeh.

Selama ini masalah sanitasi yang dibicarakan hanya terkait di pemukiman penduduk, yang jauh dari pesisir. Padahal, masalah sanitasi di pesisir pun sangat penting. Air laut atau pantai ujung genteng bukan tempat yang tepat membuang hajat. Sanitasi yang baik harus memiliki jamban keluarga, air bersih, dan tertutup rapat.

Diare sering menyerang warga pesisir antara lain karena sanitasi buruk tersebut. Tetapi masalah ini jarang mendapat perhatian pemerintah. Pelatihan yang diberikan FAO kepada 30-an nelayan dan ibu ibu nelayan di Kota dan kabupaten wilayah timur selama 3 hari berturut turut antara lain bertujuan menjadi kesehatan lingkungan tadi. FAO berupaya agar nelayan juga paham tentang sanitasi yang baik. Sukabumi



Persatuan Masyarakat Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta pemerintah kabupaten membenahi serta menambah sarana dan prasarana di pantai ujung genteng.        "Fasilitas dan sarana pendukung di pantai Ujung Genteng masih minim. Kami sebagai pelaku wisata dengan dana pribadi juga sudah melakukan terobosan, namun jumlah pengunjung tetap masih sedikit. Kami berharap jalan di pintu masuk obyek wisata ini diperbaiki dan jalan-jalan dibuat dua  jalur," kata Ketua Persatuan Masyarakat Pariwisata Kulon Progo Mantoyo.   Ia mengatakan,  hal utama yang perlu diperbaiki adalah sarana-prasarana jalan karena sekarang jalan masih satu jalur dan belum bisa dilalui kendaran dari dua arah secara bersamaan. "Sarana jalan merupakan kunci utama untuk mengundang wisatawan saat  jalan menuju Pantai Ujung Genteng masih sempit dan rusak," katanya.      Dia mengatakan, untuk menarik wisatawan, perlu juga dibangun arena bermain anak dan tempat kuliner yang memiliki ciri khas. "Arena bermain dan tempat kuliner akan menjadi daya tarik tersendiri, apalagi makanan yang disajikan memiliki kekhasan tersendiri, pasti Pantai Ujung Genteng akan berkembang pesat," katanya.       Menurut dia, Pantai Glagah juga perlu mencanangkan "wisata terpadu" seperti wisata olahraga dan wisata pantai karena saat ini pengelolaan wisata di pantai itu belum jelas.     "Pantai Ujung Genteng sangat potensial dikembangkan sebagai obyek wisata olahraga seperti jet ski dan dayung, tapi saat ini masih dibiarkan begitu saja tanpa ada pengelolaan secara terpadu. Selain itu, Pantai Ujung Genteng menawarkan panorama deburan ombak yang  indah, tapi pemerintah belum siap mengelolanya," katanya.
Hotel sukabumi

Hotel di Sukabumi

hotel bintang di sukabumi, daftar hotel di sukabumi, hotel permata hijau sukabumi, penginapan di sukabumi, hotel di sukabumi kota, hotel di sukabumi jawa barat, harga hotel di sukabumi, hotel bintang 3 di sukabumi

02 December 2011

Wirausaha Ekonomi Kreatif Bakal "Booming"

KOMPAS.com - Indonesia akan terus bangkit dengan sentuhan tangan individual, melalui entrepreneurship, dan bukan konglomerasi. Tingkat kreativitas orang Indonesia yang tinggi menjadi modal utamanya. Anak-anak muda menjadi daya dorongnya. Demikian kata Christovita Wiloto, pendiri dan chairman Indonesia Young Entrepreneur (IYE) dalam sebuah diskusi seputar entrepreneurship di Jakarta, Rabu (30/11/2011).

Diskusi yang menghadirkan pengusaha muda dan sukses dari berbagai bidang, termasuk fashion dan olahraga, juga mendatangkan Dr A Prasetyantoko, ekonom Partner Strategic Indonesia. Prasetyantoko memberikan gambaran sekaligus solusi untuk entrepreneur dalam menghadapi peta ekonomi CHINDONESIA (China, India, dan Indonesia).

China, India, dan Indonesia diperkirakan menjadi raksasa ekonomi yang bakal menyelamatkan negara-negara maju dari krisis finansial, kata Prasetyantoko.

Indonesia juga punya potensi yang sama kuatnya. Sejumlah faktor turut memengaruhi, potensi sumber daya manusia, kreativitas tanpa batas yang semakin teruji di tengah keterbatasan yang dimiliki, kebutuhan domestik juga tinggi dengan banyaknya populasi, dan kelas menengah yang terus bertumbuh termasuk peningkatan daya beli.

Anda pun dapat menjadi bagian dari kekuatan entrepreneurship, dengan berwirausaha. Apalagi ditegaskan oleh Wiloto, "Entrepreneurship dapat dipelajari siapa saja, dan bukan merupakan keturunan."

Jika Anda punya hasrat besar membangun usaha, namun masih memilah sektor yang paling baik, penjelasan dari Prasetyantoko ini dapat menjadi sumber inspirasinya. Ia mengatakan, ekonomi kreatif akan booming tahun depan. Sektor inilah yang dapat menjadi pilihan jika Anda ingin sukses mengembangkan bisnis. 

Lantas ekonomi kreatif seperti apa yang menjanjikan? Prasetyantoko mengelaborasi, kembangkan sektor ekonomi kreatif dengan fokus pada permintaan domestik. Pertumbuhan permintaan domestik di Indonesia lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi secara makro.

"Sektor berbasis permintaan domestik seperti makanan, minuman, dan pakaian merupakan motor perekonomian di Indonesia. Sektor inilah yang menjanjikan," katanya.

Untuk mengembangkan bisnis di sektor ekonomi kreatif, ada tiga unsur yang harus digabungkan, kata Prasetyantoko. Wawasan, jaringan, dan teknologi memengaruhi kesuksesan bisnis di bidang kreatif.

Menurut Prasetyantoko, ada 14 subsektor ekonomi kreatif yang menjanjikan dan booming di tahun mendatang. Fashion dan kerajinan adalah subsektor bisnis yang paling dominan. Bisnis kreatif yang juga potensial di antaranya percetakan, event organizer, konsultan, dan lainnya. Prinsipnya, jalankan bisnis untuk memenuhi ragam kebutuhan domestik dengan kelas menengah sebagai sasarannya.

"Kelas menengah di Indonesia mengonsumsi semua kebutuhan," kata Prasetyantoko, menambahkan kelas menengah di Indonesia merupakan pasar potensial bisnis dari sektor ekonomi kreatif.

13 October 2011

Biopelet, Alternatif Pemanfaatan Biomassa Temuan IPB

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR - Peneliti Surfactant & Bioenergy Research Center Institut Pertanian Bogor (SBRC-IPB) Sri Windarwati memperkenalkan biopelet, yakni jenis bahan bakar padat berbasis limbah sebagai alternatif energi pemanfaatan biomassa.

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan Humas IPB di Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/9), disebutkan bahwa Sri Windarwati mengangkat tema itu pada seminar nasional teknologi kimia aplikatif.

Pada seminar bertema 'Bahan Bakar Nabati Atasi Kelangkaan Minyak Bumi' yang diselenggarakan Ikatan Mahasiswa Kimia (IMAKAHI) IPB pada Minggu (18/9), yang dihadiri lebih dari 400 peserta, ia mengemukakan bahwa biopelet adalah jenis bahan bakar padat berbasis limbah biomassa yang memiliki ukuran lebih kecil dari briket.

"Proses yang digunakan adalah pengempaan (pressing) dengan suhu dan tekanan tinggi, sehingga membentuk produk yang seragam dengan kapasitas produksi tinggi," katanya menambahkan.

Ia menjelaskan bahwa potensi biomassa atau limbah pertanian Indonesia sangat besar yakni 49,8 ribu Mwe, sedangkan yang dimanfaatkan baru 445 Mwe.

Dikemukakannya bahwa biomassa yang dapat digunakan sebagai bahan baku biopelet, di antaranya adalah bungkil sawit, sekam padi, batang ubi kayu, tongkol jagung, tempurung kelapa, kulit kacang, kulit kopi dan sebagainya.

"Teknologi biopelet sudah diperkenalkan sejak lama di luar negeri. Pembuatan biopelet diproduksi pertama kali di Swedia pada tahun 80-an. Seiring waktu, dikembangkan perusahaan biopelet di sana. Sedangkan teknologi ini baru dikembangkan di Indonesia," katanya menambahkan.

Sementara itu, staf ahli Kementerian Negara Riset dan Teknologi Agus Rusiana Hotman mengatakan bahwa jumlah produksi minyak bumi terbatas, sementara tiap tahun konsumsinya meningkat tujuh persen, sehingga dibutuhkan berbagai alternatif energi untuk masa depan.

Sukabumi

"Strategi pengembangan energi nasional ke depan dengan meningkatkan kegiatan diversifikasi energi, di antaranya memanfaatkan potensi sumber biomassa," katanya.

Menurut dia, tantangan pengembangan bahan bakar nabati masih belum kompetitif dibanding dengan bahan bakar minyak (BBM), dikarenakan masih adanya subsidi BBM. "Kemungkinan solusinya adalah meningkatkan efisiensi dalam proses pembuatan BBN sambil menata kebijakan 'pricing' dan subsidi yang lebih tepat sasaran," demikian Agus Rusiana Hotman.

sukabumi

Ini Dia, Biotoilet Karya Mahasiswa IPB untuk Daerah Bencana

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Mahasiswa Departemen Geofisika dan Meteorologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor melalui serangkaian penelitian berhasil menemukan biotoilet yang bisa dimanfaatkan untuk daerah bencana seperti tempat pengungsian.

Humas IPB Ir Henny Windarti, M.Si dalam penjelasan di Bogor, Selasa, mengatakan, mahasiswa tersebut adalah Fauziah Nur Annisa, Septian Suhandono dan Yani Mulyani. Ia menjelaskan penelitian inovatif mahasiswa itu diberi judul "Biotoilet berbasis sekam padi dan alkohol hasil fermentasi limbah agar-agar (Gracillaria sp.) sebagai solusi kelangkaan air bersih di daerah pengungsian".

"Inovasi tersebut juga berhasil meraih juara I Lomba Inovasi Teknologi Lingkungan ( FTSL) di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya pada April 2011," katanya. Menurut Fauziah Nur Annisa, biotoilet merupakan alternatif baru karena toilet ini tidak memerlukan air yang banyak seperti toilet pada umumnya.

Biotoilet menggunakan bahan baku lokal yang bernilai limbah seperti limbah hasil pengolahan agar-agar dan sekam padi. "Biotoilet ini pun cocok dibuat pada keadaan darurat dan tempat krisis air seperti pada tempat-tempat pengungsian karena tidak mencemari lingkungan, dan mencegah timbulnya penyakit akibat sanitasi buruk yang biasanya dijumpai pada tempat-tempat pengungsian," kata koordinator kegiatan "Indonesian Climate Student Forum" itu.

Ia menjelaskan, kebutuhan padi sebagai makanan pokok bangsa Indonesia meningkat dari tahun ke tahun sehingga mengakibatkan limbah sekam yang dihasilkan makin melimpah.

Jumlah sekam bervariasi tergantung pada kondisi penggilingan padi. Dari penggilingan padi dapat dihasilkan 65 persen beras, 20 persen sekam, dan sisanya hilang. Sedangkan dalam sekam sendiri mengandung senyawa organik berupa lignin dan chetin, selulosa, hemiselulossa (pentosan), senyawa nitrogen, lipida, vitamin B, asam organik, dan lainnya.

Dalam sekam padi terdapat 34,34-43,80 persen selulosa yang memiliki sifat di antaranya luas permukaan dan porositas tinggi (85 - 90 persen ruang udara) yang mampu menahan air sebesar 35 - 40 persen.

Dengan jumlah yang cukup banyak ini, selulosa dapat menjadi terobosan alternatif sebagai bahan untuk menyerap cairan dan bau yang dihasilkan dari kotoran pada konsep kerja biotoilet.

Selain itu basis dari biotoilet adalah alkohol hasil fermentasi limbah agar-agar. Limbah industri agar-agar (Gracillaria sp.) merupakan salah satu sumber bahan baku industri kertas yang potensial.

Selain itu, toilet kering ini tidak menebarkan bau layaknya "septic tank" biasa, serta tidak memerlukan saluran pembuangan khusus. Bioteilet cocok jika diaplikasikan pada daerah bencana yakni tempat-tempat pengungsian yang sifatnya darurat dan sementara.

Ia menambahkan, biotoilet dirancang khusus sehingga tidak menimbulkan pencemaran karena kotorannya ditampung ke dalam "dry box" yang terbuat dari baja dan lapisan "stainless steel" yang cukup tebal.

Dikemukakannya, "dry box" itu diisi juga dengan sekam padi yang berfungsi untuk menyerap cairan dan bau yang dihasilkan dari kotoran. Kotoran langsung ditangkap sekam padi di "dry box" (kotak reaktor) yang berada di bawah lubang toilet. "Limbah secara alami terurai menjadi CO2 dan H2O dan tidak memerlukan bakteri khusus, juga tidak menimbulkan bau," katanya.